Apakah Rokok Elektrik Aman?

Friday, September 9th, 2016 - Health

 

Rokok elektronik sedang menjadi  fenemona yang sangat menarik belakanga ini di tengah masyarakat Indonesia. Banyak sekarang yang beralih ke rokok elektrik karena mereka menganggap cara merokok seperti ini aman dan lebih trendi, tanpa mengurangi merokok tembakau itu sendiri. Pertanyaannya adalah apakah rokok elektrik itu aman?

 

 rokok-elektrik

Menurut Craig Youngblood, presiden perusahaan pembuat rokok elektrik InLife, produk buatannya lebih aman daripada rokok tembakau. Dia juga menyatakan rokok elektrik bebas polusi dan tidak berbau karena mengeluarkan uap, bukan asap.

 

Namun, Norman Edelman, kepala medis dari American Lung Association mengatakan bahwa pernyataan bahwa rokok elektrik lebih aman belum cukup valid karena efek jangka panjang rokok elektrik belum diuji secara klinis.

Para peneliti di University of South California menemukan bahwa walaupun rokok elektrik mengandung beberapa logam beracun lebih tinggi ketimbang rokok biasa, rokok elektrik secara keseluruhan adalah pilihan yang lebih aman.

Sebagian instansi internasional dan nasional turut memberikan tanggapan mengenai tingkat keamanan dan peredaran rokok elektrik.

Para peneliti di University of South California menemukan bahwa walaupun rokok elektrik mengandung beberapa logam beracun lebih tinggi ketimbang rokok biasa, rokok elektrik secara keseluruhan adalah pilihan yang lebih aman.

 

Sebagian instansi internasional dan nasional turut berperan dan memberikan tanggapan mengenai tingkat keamanan  mengenai rokok elektrik dan peredaran rokok elektrik.

World Health Organization (WHO)

World Health Organization (WHO)

WHO merilis sebuah laporan berisi anjuran untuk tidak menggunakan rokok elektrik di dalam ruangan karena produk ini bisa mengeluarkan racun seperti rokok biasa. Meski tidak mengeluarkan asap, uap rokok elektrik yang mengandung zat kimia berbahaya juga dapat menimbulkan polusi udara. WHO juga menganjurkan untuk tidak menjual rokok elektrik kepada orang-orang di bawah usia 18 tahun.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)

Begitu pula di Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektrik yang beredar di pasaran adalah produk ilegal dan belum terbukti keamanannya. Menurut BPOM, rokok elektrik mengandung nikotin cair dan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, dan gliserin. Jika semua bahan itu dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine. Senyawa tersebut dapat menyebabkan kanker.

 Kandungan yang terdapat pada rokok elektrik?

Rokok elektrik atau biasa juga disebut dengan nama kerennya sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS) adalah alat penguap dengan bertenaga baterai yang dapat menimbulkan sensasi seperti merokok tembakau beneran. Tampilannya dibuat menyerupai rokok pada umumnya dengan di desain sesuai keinginan dan selera pemakai. Rokok eletrik di patenkan pertama kali oleh apoteker asal Tiogkok, Hon Lik pada tahun 2003. Kemudian dipasarkan di Tiongkok pada tahun 2004 melalui perusahaan Golden Dragon Holdings (kini bernama Ruyan).

Rokok elektrik dapat diisi ulang karena terdapat tabung di dalamnya yang berisi cairan sehingga nantinya dapat diisi ulang.  Larutan ini mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin, dan perasa. Larutan ini sebenarnya dipanaskan kemudian muncul uap sehingga keluar asap seperti rokok pada umumnya. Kelebihan rokok elektrik yaitu bisa diisi ulang dengan rasa yang berbeda beda sesuai selera kita antara lain rasa tersebut misalnya mentol/mint, karamel, buah-buahan, cokelat atau kopi dll.

Nikotin

Nikotin merupakan zat yang terdapat pada daun tembakau. Nikotin berfungsi  sebagai obat perangsang dan memberikan efek candu. Itulah sebabnya banyak perokok yang sulit berhenti merokok.

 

Gliserin

Gliserin adalah cairan kental tidak berbau dan tidak berwarna. Zat ini sering digunakan pada perpaduan formulasi farmasi. Cairan manis yang dianggap tidak beracun ini sering pula dipakai oleh industri makanan. Gliserin berfungsi sebagai pengantar rasa dan nikotin dalam penggunaan rokok elektronik.

Kesimpulannya sampai saat ini status keamanan rokok elektrik terutama dalam jangka panjang masih diperbincangkan karena klaim dari produsen belum terbukti sepenuhnya. Beberapa penelitian hingga saat ini rokok elektrik dapat memicu inflamasi dalam tubuh ( apa itu inflamasi silakan cari di google!), infeksi paru-paru dan risiko stroke, asma, serta penyakit jantung. Jika Anda tanya rokok itu elektrik rokok itu aman atau tidak? Saya akan menjawabnya tidak karena bagaimanapun rokok itu tidak baik bagi kesehatan maka dari itu sebaiknya hindari rokok atau nikotin dan zat adiktif ataupun yang lainnya.

 

 

 

 

Pictures gallery of Apakah Rokok Elektrik Aman?